Harus diakui, selera ku akan film memang payah.
Tidak suka menonton film - film yang berat, tidak suka film korea, tidak suka terlalu mengikuti serial film luar yang banyak episodenya.
Seleraku jauh berbeda dengan selera teman-teman, maupun keluargaku dirumah.
Papa suka film yang berbau Kolosal, adikku suka menonton film luar, mama suka nonton law in order. kalo sudah kumpul, mereka asik menonton dan aku juga di depan televisi... sambil bermain handphone untuk sekedar buka-tutup medsos beberapa kali, atau menggunakan handphone itu untuk menutup mataku saat banyak adegan penuh darah tertampang di layar tv kami.
Sampai akhirnya Adikku mendapatkan kuliah di Canada, kami bangga.
Papa harus dinas di Dubai, lagi lagi, kami bangga.
setelah aku lulus berkuliah di Bandung, akhirnya aku memutuskan untuk menempati rumah Jakarta dibandingkan tinggal bersama mama di Bogor, namun setiap akhir pekan, entah mama ke Jakarta, atau aku yang bermain di Bogor.
Sabtu Minggu adalah hari kami.
Di sela-sela kekongan dirumah, akhirnya aku menyukai tv rumah kami.
Bukan, bukan untuk menonton film kolosal, atau menonton film drama korea.
kesukaan ku disini adalah menonton sinetron... di channel lokal. (ya silahkan kalo ingin memakiku, karena semua temanku pasti memaki saat tau hobi baruku ini)
Awal pertemuan Sabtu kami,
Mama terbengong-bengong melihat aku terlalu asik nonton sinetron itu. Mungkin kalo aku boleh menerka apa yang ada di hatinya, pikirannya sibuk dengan perkataan
"Udah mahal-mahal dibayarin tv kabel, nontonnya acara lokal"
Sabtu berikutnya, mama mulai duduk di sebelahku saat aku sedang asik menonton acara rutin harian itu. Sedikit-sedikit mama mulai bertanya kepadaku terkait pihak-pihak yang ada di dalam cerita dan alurnya. Namun tetap lebih sering memainkan game Candy Crush nya.
Harus aku akui, aku rasa mama mulai antusias dengan acara televisi yang aku sukai ini.
Hingga sabtu berikutnya,
Mama menyalakan tv sebelom acara kesukaan ku dimulai,
"Mah, ngapain?"
"Iya hariini sinetron itu lebih awal, soalnya abis ini mau ada acara lain"
"..............." HAHAHAHAHAHAHAHA
Aku tidak menyangka kalo akhirnya rasa ingin tau mama di hari sabtu kemarin benar-benar membuat mama mengikuti episodenya, lebih daripada aku.
Sejak itu, semakin dekat kami.
Kami memang dekat, hanya sekarang pasti ada topik hangat yang akan kami bicarakan, ya sinetron itu.
saat adik ku pulang, dan menyadari selera mama berubah, dia cuman berkata sekali sambil menggelengkan kepalanya
"percayalah, itu hanya cara mama mendekatkan diri dengan anak perempuannya"
aku hanya tertawa menanggapi respon adikku.
Hingga suatu Sabtu, ada kendala di rumah kami sehingga aku memutuskan untuk mengganti tv kabel langganan kami dengan tv kabel baru, dan hal ini membuat mama tidak bisa menonton sinetron kesukaannya.
yang sebenarnya kesukaan ku, namun raut wajahnya sedikit sedih, mungkin karena mama mulai menyukai dari hati.. hihihi
Akhirnya kami streaming melalui handphone kami untuk menonton sinetron kami itu.
Hingga Sabtu dan Minggu selesai, datanglah hari kerja, aku dan mama mencoba untuk terus berkomunikasi. Sabtu ini kami tidak bertemu, mama akan pergi ke Bali untuk menjenguk kakek yang sedang sakit,
sabtu ini kami jauh...........
Sempat berfikir untuk menghabiskan Sabtu bersama lagi, namun karena aku berfikir minggu depan juga bisa bersama, untuk apa memaksakan bertemu sekarang? Sudah, jangan manja dulu. hanya minggu ini kok.
Toh mama juga sedang meluangkan waktunya dengan orang tuanya,
"Hai sayang mama lagi nyetir nih, gimana kabar kamu?"
"Aku agak gaenak badan mom, kayak meriang tapi tidak, kayak vertigo tapi gak jatoh"
"Minum mertigo sayang, jangan sakit dong.. tau kan mama sayang sama kamu?"
aku hanya menjawab pertanyaannya dengan ketawa basa basiku, aku sedang tidak enak badan sekali.
"I love you sayang, jangan lupa minum jus ya biar sehat"
"Love you too, mom"
"Oia, afifah hilang tuh di sinetron itu. Kalo dia kembali, tolong kabarin mama ya. Mama lagi gakbisa nonton sinetron malem ini mau have fuuun. Bye sayang"
Aku menutup telfon itu sambil tertawa sedikit, emang.. hanya mama yang memiliki sikap konyol diluar batas seperti ini.
Hingga aku menyadari bahwa telpon itu adalah telepon terakhir dari mama untuk aku,
Hingga aku menyadari kalo mama benar benar gabisa nonton film kesukaan kami lagi.
Hingga aku menyadari kalo mama harus pulang..
Mah, afifah udah ketemu.....
Dia selamat mah, kayak mama yang diselamatkan oleh Tuhan..
Dan sejak saat itu aku gak pernah menyukai menonton sinetron itu lagi,
itu sinetron kesukaan kami, bukan sinetron kesukaan aku saja.
Dan televisi rumah kembali padam.