"Lantas bunga mana yang kamu pilih?
Asri sejenak mati,
Atau meranting namun abadi?"
Tulisan tersebut menjadi uraian singkat untuk menjelaskan keabadian segenggam bunga kering yang Ibu saya berikan saat saya berhasil lulus dari sidang akhir saya tersebut.
Sejenak kembali melihat hasil gugahan di Instagram,
kenangan kembali hadir
Bunga ini cerminan dirimu,
Terimakasih atas semua pelajaran yang berarti
Maaf balasanku tidak dapat mengimbangi
Mah, bunga ini akan selalu berada disini
Bersama dengan kengan manis tentang dirimu yang takkan lepas dari hati,
Hingga nanti saat kita bertemu lagi,
mungkin bercanda lagi
dengan semua raga dan kondisi,
yang belum sempat terfikirkan di otak ini
Sesuatu yang sudah disiapkan oleh Illahi
Di- 25 April 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar