Senin, 18 Maret 2019

dapur.

Hari Sabtu lainnya, mataku terbuka lebar karena menyadari waktu sudah menunjukkan pukul 10 siang.
Setelah keluar dari kamar aku baru menyadari bahwa meja makan sudah tertata rapih, dan ada bunyi ribut-ribut sedikit di dapur,
'asyik mama pasti masak'

Memang weekend itu hari yang menyenangkan, hari dimana kita terbiasa untuk meluangkan waktu bersama. Mama sibuk memasak makanan-makanan untuk aku santap siang ini. Jangan bermain-main sama masakan mama, rendangnya lebih nikmat daripada rendang rumah makan padang, Sop Ikannya lebih menarik daripada sop ikan batam, sambel matahnya lebih juara daripada salam mata bu okky bali, hanya satu yang belum berhasil mama kalahkan, nikmatnya pangsit goreng bakmi GM..hehehe

Sedangkan aku? Masak air saja suka lupa matiin, tau-tau semua air sudah meluap dari tekkonya. 
Masakan mama, meski cuman nasi pake sambel dan teri, kalo disuapin rasanya nikmat sekali. Biasanya, sambil memasak mama suka kalo aku juga berada di Dapur.
Bukan, bukan untuk membantu mama memasak, mama mengerti aku tidak bisa membantu apa-apa disana. Hanya sekedar untuk berbincang mengenai hariku seminggu kebelakang atau membicarakan masa depan, atau hal-hal konyol yang sebenarnya tidak perlu dibacarakan, tapi kami suka.

"Sejak kapan sih mama bisa masak?" ujarku tiba-tiba
"Sejak kamu lahir."
"Loh sebelumnya...?"
"Hahahahha, mama sama kamu tuh sama-sama males ke dapur" tangannya sibuk memasukkan segala macam bumbu ke blender, hari ini menunya udang saus padang.
"Terus kenapa sekarang mama kalo sabtu masak mulu?"
"Pas kamu lahir, mama pengen nanti pas kamu udah gede, yang mama denger 'mah masak dong laper nih aku' bukannya 'mah laper, ke restoran yuk, bahagiaaaaa'" katanya dengan suara bahagia yang dibuat-buat, mata terpejam, juga menaruh kedua tangannya di dada seakan-akan jantungnya akan copot, kami pun tertawa bersama.

kini aku tersenyum mengingatnya,
hari sabtu lainnya itu,  
rupanya Sabtu tidak akan aku miliki lagi.
ya siapa juga yang tidak suka semua masakan mama.
salah satu mimpi mama terwujud, mimpi yang sederhana,
mimpi yang tidak macem-macam.
Tidak perlu neko-neko,
mimpi yang sederhana, namun bahagia tetap terasa saat mimpi tersebut dapat digapai.
Aku jadi ingin terus bermimpi, lalu menggapai mimpi itu dan berbahagia saat berhasil menggapainya. Seperti mimpi mama, mimpi yang sederhana.

kalo mimpi aku bertemu mama lagi,

apakah mimpi ini terlalu besar mah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

bunga

"Lantas bunga mana yang kamu pilih? Asri sejenak mati, Atau meranting namun abadi?" Tulisan tersebut menjadi uraian singk...